• 31

    Jan

    Indonesia Siap Hadapi 2012

    Tak perlu khawatir…. ternyata pemerintah kita sudah siap lahir batin menghadapi 2012. Apa benar? Ini beritanya…. http://bisnis.vivanews.com/news/read/125473-indonesia_siap_hadapi_2012 VIVAnews - Indonesia siap menyambut tahun integrasi portal Asean (Asean Single Window) pada 2012. Secara teknis, tim pengkaji belum menemukan hambatan integrasi dalam penerapan National Single Window (NSW). Tenaga Pengkaji Ditjen Bea dan Cukai Susiwijono mengatakan, NSW adalah pintu masuk Indonesia menuju ASW. Penerapan ASW gateway sudah dirumuskan oleh Asean sejak beberapa waktu lalu. “Nanti pada 2012, 10 Anggota Asean akan terhubung dengan portal ASW ini,” ujar Susiwijono saat press konferens usai peresmian NSW di Tanjung Priuk, Jakarta, Jumat 29 Januari 2010. Meski teknis ASW
  • 2

    Jan

    Bea Cukai Ketati Pelabuhan

    Kliping Koran: Jawa Pos, 2 Januari 2010, Ekonomi Bisnis, Hal. 8 Thomas Sugjata Gantikan Anwar Suprijadi pelantikan. pict from detik.com Jakarta - JawaPos Sehari menjelang pemberlakuan ACFTA pemerintah melakukan penggantian pucuk pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dirjen lama Anwar uprijadi yang masa jabatannya berakhir 31-12-2009 digantikan oleh Thomas Sugijata. Usai dilantik Menkeu, Sri Mulyani Indrawati di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian kamis malam (31/12/09), Thomas langsung berjanji memperketat pengawasan di seluruh pelabuhan. Mnurutnya, pengawasan itu penting karena Indonesia sudah harus melaksanakan perjanjian perdagangan bebas ASEAN - Tiongkok mulai 1-1-2010. “Pengawasan lalu lintas barang ekpor impor adalah tugas rutin yang menjadi salah s
  • 28

    Nov

    DJBC optimistis KPPT Jababeka dioperasikan pada 23 Desember 2009

    Kliping media Online: http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=267&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&id=705770&tanggal_awal=21-NOV-09&tanggal_akhir=28-NOV-09&kata_kunci=impor&edisi=000000&di_mana=Judul&kategori=BIMBI&sort=DESC&ptopik=A01&tgledisi=28-NOV-2009 Biaya pelayanan impor agar diatur pemerintah JAKARTA: Departemen Perhubungan didesak mengatur komponen biaya forwarder untuk kegiatan impor berstatus less than container load (LCL) di Pelabuhan Tanjung Priok karena semakin meresahkan pelaku usaha. Ketua Ikatan Eksportir Indonesia (IEI) Amelia Achyar mengatakan Dephub perlu secepatnya turun tangan untuk mengatur biaya-biaya forwarder karena kegiatan impor berstatus LCL melalui pelabuhan tersibuk di Indonesia itu sudah tidak sehat. R
  • 15

    Sep

    Entikong Bukan Pelabuhan Darat Ekspor-Impor

    Kliping dari http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=22575 Entikong Bukan Pelabuhan Darat Ekspor-Impor Perbatasan Entikong PONTIANAK - Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pedagang Perbatasan Indonesia HR Thalib HS mendukung kepolisian meningkatkan pengawasan makanan dan minuman dari Malaysia di setiap pintu keluar masuk Kalbar-Malaysia.Dia juga meminta pemerintah pusat mendengarkan aspirasi masyarakat perbatasan yang sudah disampaikan Gubernur Kalbar ke Presiden yang meminta agar pintu Pos Pemeriksaan Lintas Batas ditetapkan sebagai entry point dan pintu ekspor-impor. Gubernur telah menyurati pemerintah pusat menyikapi hal itu tanggal 18 Maret 2009. Sayangnya hingga sekarang belum ada tanggapan dari pemerintah pusat, katanya. Surat bernomor 513/0672/Ekbang itu salah sa
  • 15

    Sep

    Kliping: PELINDO II INCAR 80% ARUS PETIKEMAS LEWAT PRIOK

    Kliping dari: http://tgemas.pp3.co.id/detnew.php?id=653 PELINDO II INCAR 80% ARUS PETIKEMAS LEWAT PRIOK 10 September 09 JAKARTA: Pelabuhan Tanjung Priok diprediksi berkontribusi lebih dari 80% terhadap total target pencapaian arus volume peti kemas yang dilayani di seluruh cabang pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II pada tahun ini. Menurut data Pelindo II, arus peti kemas ekspor impor dan domestik yang bisa dilayani pada tahun ini ditargetkan sebanyak 4.037.857 TEUs. Dari target itu, 3.570.558 TEUs diharapkan melalui Pelabuhan Priok, yakni dari Jakarta International Container Terminal (JICT), Multi Terminal Indonesia, TPK Koja, dan terminal konvensional. Adapun, sisanya melalui 11 cabang pelabuhan lainnya yang dikelola oleh BUMN itu. Perseroan optimistis target tahun
- Next

Author

Follow Me