Pelindo Janji Perbaiki Infrastruktur NSW Belawan

11 Feb 2010

kliping media online: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/303549/34/

Pelindo Janji Perbaiki Infrastruktur NSW Belawan

Pelayanan Kapal Pelabuhan

MEDAN(SI) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I berjanji akan memperbaiki infrastruktur untuk kebutuhan National Single Window (NSW) di Pelabuhan Belawan, Medan akhir tahun ini.
Alat yang akan dilengkapi yakni head track (HT), tire gantry crane (RTG), dan container crane (CC).

General Manager PT Pelindo Syamsul Bahri mengatakan, beberapa alat akan dipenuhi tahun ini mulai HT,RTG, dan CC.Paling cepat tiba di Belawan pada Maret dan selambat-lambatnya Januari 2011. Untuk HT rencananya tiba pada Maret sebanyak 10 unit,selanjutnya RTG sekitar September dan Oktober ada lima unit,sedangkan CC pada Desember atau selambat-lambatnya Januari 2010 sebanyak dua unit,katanya di Medan kemarin.
Masing-masing dibeli dari Surabaya untuk alat HT,RTG dibeli dari Singapura, dan CC diimpor langsung dari Shanghai,China.Seluruhnya merupakan barang baru, bukan bekas.Tahun lalu pihaknya telah mendatangkan dua unit CC dengan sistem sewa. Sebagai antisipasi keluhan sepanjang tahun ini, pihaknya juga akan berupaya mendatangkan HT dan RTG. Dia mengakui pengadaan infrastruktur lambat karena harus memenuhi prosedur yang ada. Terlebih lagi pengadaan CC yang membutuhkan waktu setahun.

Sejak 2001 hingga tahun lalu memang ada hambatan yang membuat Pelindo tidak bisa melakukan pengadaan alat,ucapnya.
Mengenai sumber daya manusia (SDM),Pelindo memang belum memenuhi aturan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di mana jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebagai operator sebanyak 86 orang. Saat ini operator yang ada hanya 53 orang. Ini menjadi salah satu hambatan pelaksanaan NSW belum beroperasi selama 24 jam. Namun,pihaknya telah berupaya untuk melakukan perekrutan operator. Pada Maret tahun ini diperkirakan kebutuhan 86 orang operator sudah bisa dipenuhi. Sedangkan tenaga kerja yang telah bekerja selama bertahun-tahun, pihaknya akan meng-upgrade dengan mengirimkan ke Thailand untuk mengikuti pelatihan yang dilakukan langsung oleh operator, bukan regulator,ujarnya.
Sementara itu,Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Sumut Achmad Riyadi mengatakan,persoalan sinkronisasi harmonize system (HS) yang menjadi keluhan pengguna jasa tidak gampang karena berkaitan dengan internasional. Namun, pihaknya akan berupaya untuk menyelesaikannya sehingga tidak mengganggu kegiatan ekspor dan impor. HS Indonesia dengan Malaysia sama jadi secara keseluruhan sama. Sebenarnya tidak mungkin ada perbedaan. Kalaupun ada,kami akan menyesuaikannya, katanya. Secara keseluruhan, pihaknya telah siap 100%. Namun, apabila masih ada keluhan,itu fakta bahwa masih ada yang harus diperbaiki atau evaluasi.
Pelaksanaan NSW, kata dia, tidak segampang sesuai konsep.Pada Pelabuhan Tanjung Priok yang telah melayani kegiatan ekspor dan impor saja belum mampu melaksanakan NSW.

Dalam sehari tercatat 10.000transaksidengantotal15.000 eksportir dan 19.500 importir. Sekretaris Wilayah Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Sumut Wiluyo Hartono mengatakan, tiga alat itu memang penting untuk kegiatan ekspor dan impor,tapi paling dibutuhkan pengguna jasa adalah CC.CC ini untuk bongkar muat dari dank ke kapal.
Setelah itu HT sebagai penggandeng truk. Ini juga butuh banyak dan terakhir RTG untuk membantu crane bergerak di lapangan. Selama ini alat yang ada merupakan barang bekas. Diharapkan pengadaan nantinya benarbenar baru,pungkasnya.

(jelia amelida)


TAGS bea cukai NSW pelindo infrastruktur pelabuhan


-

Author

Follow Me