Sisi positif tembakau - bagian 2

Posted on 28 September 2009 ·Tagged , , , .

Kediri - Akhir Sept 09

Seperti yang saya janjikan dalam bagian 1 posting tentang Fakta Menarik ttg Tembakau, kali ini saya sampaikan bagian kedua dari empat (4) bagian.

Menarik untuk disimak. Monggo…

Kecerdasan

1. Tembakau Meningkatkan Kecerdasan

Selama ini tembakau dianggap sebagai biang penyebab segala penyakit, sehingga dimusuhi para pegiat kesehatan. Akibat yang lebih jauh, terjadi dua kutub pertentangan antara ekonom pro petani tembakau dan pegiat anti tembakau.

Menurut dokter spesialis syaraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Abdulbar Hamid, berdasarkan referensi ilmu kedokteran tembakau bisa meningkatkan kecerdasan. “Asal tidak diisep,”katanya.

Jika diisap dalam bentuk rokok, menurut dokter lulusan Universitas Indonesia, itulah yang menimbulkan masalah kesehatan, seperti gangguan jantung, pembuluh darah dan problem kesehatan lainnya. “Karena proses pembakaran itulah, tembakau menjadi racun, menimbulkan tar dan berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya Rabu (2/9) di ruang kerjanya.

Pendapat pengurus Persatuan Dokter Spesialis  Syaraf Indonesia itu meluruskan persepsi yang salah tentang tembakau. “Zat nikotin itu bagus buat kecerdasan dan menghambat dimentia, tapi kalau dikunyah bukan dibakar,”ujarnya. Dokter Abdulbar mencontohkan, orang desa yang biasa menyusur tembakau di mulutnya, bisa hidup lebih lama dan tetap kuat  berjalan kaki jarak jauh. “Tapi ingat, bukan diisap seperti rokok, tapi disusur seperti nyirih,”katanya.
Sumber inspirasi:

 http://www.tempointeraktif.com/hg/keseha…
 http://www.voa-islam.com/muslimah/health…
 http://direktori.kreatif.web.id/2009/09/…

tembakau

2. Tembakau Dapat Dijadikan Vaksin Kanker

Tanaman tembakau mungkin digunakan untuk membuat vaksin kanker tertentu bagi orang yang menderita jenis lymphoma kronis, demikian hasil satu studi.

Obat tersebut, yang akan menyusun reaksi kekebalan pasien sendiri untuk memerangi sel-sel tumor mereka sendiri, dibuat dengan menggunakan pendekatan baru yang mengubah secara genetika tanaman tembakau yang direkayasa menjadi pabrik vaksin tertentu. Lymphoma adalah sejenis kanker yang melibatkan sel-sel sistem kekebalan.

“Ini untuk pertama kali sejenis tanaman telah digunakan untuk menghasilkan protein guna disuntikkan kepada manusia,” kata Dr. Ron Levy dari Stanford University School of Medicina di California, yang penelitiannya diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

“Ini akan menjadi cara mengobati kanker tanpa dampak,” kata Levy.

Tim Levy menguji vaksin itu pada 16 pasien yang baru-baru ini didiagnosis menderita lymphoma follicular B-cell, penyakit kronis yang tak dapat diobati.

Menurut studi itu, tak seorang pasien pun mengalami dampak mencolok dan lebih dari 70% pasien tersebut mengembangkan reaksi kekebalan.

Meskipun mereka belum memastikan apakah reaksi kekebalan tersebut cukup untuk menghancurkan kanker, para peneliti itu berharap teknik tersebut suatu hari dapat mengarah kepada pengobatan setidak beberapa jenis penyakit mematikan itu.

“Setiap pasien lymphoma memilki sasaran pada sel tumor mereka tapi masing-masing tumor pasien memiliki versi sasaran yang berbeda,” kata Levy dalam suatu wawancara.

Menemukan sasaran yang tepat memerlukan gen cloning dari tumor pasien.

Para peneliti menggurat daun tembakau dengan virus yang dibalut gen untuk menulari tanaman tersebut, yang selanjutnya menghasilkan protein anti bodi yang juga terlihat di dalam tumor pasien. Daun itu dipetik beberapa hari kemudian dan ditumbuk jadi bubuk hijau. Dari daun itu, anti bodi diambil dan dijernihkan. Bahan itu kemudian disuntikkan kembali ke tubuh pasien, kata Levy.

“Teknologi ini khusus karena cepat dan sangat cocok bagi pendekatan tertentu yang khusus ini karena masing-masing tanaman dapat membuat (vaksin) manusia yang berbeda,” kata Levy kepada AFP.

Ini adalah pertama kali vaksin kanker dari tanaman telah diuji coba pada manusia.

Vaksin yang berasal dari tanaman memiliki sejumlah keunggulan. Vaksin tersebut dapat dikembangkan jauh lebih cepat dan jauh lebih murah. Vaksin itu tak berisi resiko infeksi seandainya sel-sel hewan tercemar.

Dan anti bodi yang dihasilkan juga dapat menimbulkan reaksi kekebalan yang lebih kuat dibandingkan dengan yang dikembangkan pada sel-sel hewan.

Sumber inspirasi:

 http://www.kapanlagi.com/a/tembakau-dapa…

 http://kemahasiswaan.uii.ac.id/index.php…

3. Vaksin Tembakau Atasi Sakit Perut

Tanaman tembakau bisa dijadikan bahan yang murah dan mudah, untuk membuat vaksin yang mengatasi sakit perut akibat virus yang dikenal dengan nama Norovirus. Demikian kesimpulan penelitian seperti yang dikutip Reuters, Rabu (19/8).

Para peneliti di AS menemukan tembakau yang menghasilkan protein untuk digunakan sebagai pembuatan vaksin melawan Norovirus. Penyakit itu konon mudah sekali menular dengan gejala seperti muntah-muntah dan diare. Biasanya, penyakit ini menyerang lingkungan seperti pelayaran kapal, restoran, sekolah dasar dan asrama militer.

“Di bawah perawatan medis yang tepat, norovirus itu tidak mengancam hidup. Hanya saja itu membuat sangat sangat tidak nyaman,” kata Charles Arntzen, ahli biologi tanaman dari Arizona State University di acara pertemuan American Chemical Society.

Arntzen dan koleganya menggunakan virus dari tanaman tembakau dengan rekayasa genetik yang dinamakan tobacco mosaic untuk memulai pembuatan vaksin ini. “Kami membuat protein yang merupakan vaksin untuk melawan norovirus. Kami menamakannya vaksin nano partikel karena protein yang diproduksi dari siklus yang ada di tanaman tembakau,” kata Arntzen.

Dari pengujian yang dilakukan, vaksin ini bekerja dengan baik dalam hidung ketimbang diminum secara oral. mengapa demikian, karena sel-sel imun dalam saluran pernafasan lebih gampang menyerap vaksin ini. Arntzen menuturkan, timnya telah mendapat dukungan dari US National Institutes of Health untuk melakukan percobaan klinis ini kepada manusia. “Namun kami masih akan menunggu hingga menemukan formula yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, pihak ImmuneRegen BioSciences, Inc yang merupakan salah satu unit usaha dari IR BioSciences Holdings Inc mengumumkan, telah bekerjasama dengan Arizona State University untuk menggunakan sistem kekebalan ini untuk pengembangan produk Viprovex dengan vaksin ini.

Sebelumnya, pada tahun lalu juga sempat ada penelitian yang dilakukan Universitas Stanford yang membuat terapetik vaksin dari tembakau untuk kanker darah yang disebut non-Hodgkin lymphoma.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan ada sekitar 23 juta kasus sakit perut yang akut akibat norovirus yang terjadi setiap tahunnya.”Saya melihat tahun 2009-2010 adalah tahun yang penuh terobosan dalam pengembangan teknologi vaksin dari tanaman,” katanya.

Arntzen optimis, nantinya vaksin ini akan menjadi pilihan utama. Sesuatu yang tidak perlu anjuran dokter untuk memilikinya. “Rumah sakit, para petualang dan milter merupakan target utama dari vaksin ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Artzen juga memperkirakan vaksin ini bisa digunakan untuk menangani penyakit lain. Dia menyebut virus H1N1atau virus flu babi sebagai isu berikutnya. Arntzen menuturkan vaksin khusus percobaan klinis akan siap antara 8-10 minggu.

Sementara itu, pembuat vaksin sendiri, Novavax Inc, mengatakan , pihaknya akan membuat vaksin H1N1 dengan menggunakan virus seperti partikel yang tumbuh dalam 4 minggu pada sel ulat bulu.

Sumber Inspirasi:

 http://suara01.blogspot.com/2009/08/meng…
 http://forumbebas.com/thread-74795.html
 http://ayati75.wordpress.com/2009/08/22/…

Artikel terkait:


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




Make A Comment: ( 2 so far )

blockquote and a tags work here.


2 Responses to “Sisi positif tembakau - bagian 2”

RSS Feed for Tentang Bea Cukai, Impor, dan Ekspor Indonesia Comments RSS Feed

[...] « Sisi positif tembakau - bagian 2 [...]

[...] Sisi Positif tembakau, bagian 2 [...]

Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not tryout the sites on the blogroll...