Impor Jawa Timur Masih Lesu
Kliping Media Online dari www.seputar-indonesia.com
http://www.seputar-indonesia.com/edisice…
Impor Jawa Timur Masih Lesu
Saturday, 11 July 2009

Jawa Timur
SURABAYA(SI) Angka impor Jawa Timur pada semester II 2009 ini diperkirakan tidak berbeda dengan posisi semester I lalu yang masih melambat.
Kendati tanda-tanda membaik sudah tampak, tapi belum bisa kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Selama semester satu impor kita turun rata-rata 30%. Paling parah di Januari dan Februari yang mencapai 40% sedangkan menjelang akhir semester sudah meningkat menjadi hanya turun sekitar 25% saja dibanding bulan yang sama tahun lalu,ungkap Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jatim Judy Purwoko,kemarin.
Beberapa hal yang masih menjadi ganjalan kinerja impor Jatim di antaranya adalah krisis global yang membuat perdagangan dunia melambat yang ditambah oleh fluktuasi nilai tukar Dollar AS terhadap semua mata uang termasuk Rupiah.Ada juga faktor internal seperti berbagai regulasi importasi.
Di antaranya pembatasan pintu masuk atau pelabuhan untuk beberapa komoditas tertentu yang memang mengangkat kinerja produsen lokal namun menekan impor.Meskipun harus diakui saat ini sudah banyak importir dan pengusaha yang sudah bisa melakukan adaptasi terhadap kondisi ini. Buktinya, ujarnya, impor mulai membaik.
Faktor politik, yaitu pemilihan umum berentetan mulai pilkada,pileg sampai pilpres juga menjadi faktor tersendiri bagi impor sebab banyak buyer dan pengusaha di Jawa Timur yang cenderung bersikap menunggu situasi yang benar-benar kondusif.
Memang, sekarang sudah ada tanda-tanda SBY dan Boediono yang bakal memimpin pemerintahan. Tapi tidak hanya itu, setelah tanggal 24 Oktober,di mana semua proses pemilihan presiden tuntas, baru pengusaha akan melihat kondisi yang dibuat mereka berdua.Apakah memunculkan regulasi yang mendukung atau seperti apa,ujarnya.
Karena itu, Judy tidak yakin angka impor di semester II sudah bisa kembali normal.Ia hanya yakin angkanya merambat naik sehingga penurunan secara tahunannya tidak besar lagi.Yang menggembirakan, katanya, sejauh ini 70% impor masih merupakan bahan baku yang artinya pasti diolah sehingga dapat digambarkan bahwa industri pengolahan masih bergerak, karyawan masih bekerja dan tentunya menggerakkan ekonomi Jawa Timur.

Biro Pusat Statistik - Jatim
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur menyatakan pada Mei lalu impor Jawa Timur untuk komoditi non migas mencapai USD612,74juta. Turun 2,62% dibanding impor non migas April 2009 yang tercatat USD629,26 juta. Komoditi yang memiliki nilai impor terbesar adalah Kelompok Mesin dan Pesawat Mekanik senilai USD77,20juta atau menyumbang sekitar 12,60 % dari total impor.
Disusul komoditi gandum-ganduman dengan nilai USD57,08 juta, naik 90,02 % dari capaian April yang mencapai USD30,04 juta. Namun, jika dibandingkan dengan bulan yang sama 2008, nilai impor Mei 2009 turun se-besar 35,17 %, dari USD945,20 juta di Mei 2008 menjadi USD612,74 di Mei 2009,kata Kepala BPS Jatim Irlan Indrocahyo Berdasarkan asal impor, negara terbesar pemasok barang di Mei lalu adalah China.
Nilainya sebesar USD128 juta. Angka ini sebenarnya 1,84 % dibandingkan pasokan China padaApril yang mencapai USD130,40 juta. Posisi kedua adalah Amerika Serikat dengan nilai impor USD74,60 juta, naik 19,37 % dibandingkan April 2009 yang tercatat USD62,49juta. (dili eyato)
Make A Comment: ( None so far )
You must be logged in to post a comment.