BNN Ubek-ubek Dermaga Ujung-Kamal

Posted on 30 April 2009 ·Tagged , .

Kliping OnLine dari  www.seputar-indonesia.com

 http://www.seputar-indonesia.com/edisice…

BNN Ubek-ubek Dermaga Ujung-Kamal
Tuesday, 28 April 2009
SURABAYA (SI) – Kota Surabaya menduduki peringkat tertinggi dalam hal peredaran narkoba di banding 37 kota/kabupaten lain se-Jawa Timur.

Menurut Kepala Badan Narkotika Propinsi (BNP) Jawa Timur Eri Kadarusman, peredaran narkoba, terutama jenis sabu-sabu di Surabaya adalah yang tertinggi. Peringkat kedua yang menjadi jalur merah peredaran narkoba ditempati kota Malang disusul kota Madiun.“Sebagai kota besar, Surabaya masih menjadi surga bagi peredaran narkoba. Demikian pula dengan Malang dan Madiun dengan jenis narkoba berbeda-beda,”kata Eri Kadarusman. Dia bahkan mensinyalir Surabaya tidak hanya sebatas menjadi daerah transit sindikat (distribusi) narkoba internasional, tapi juga pasar utama.

“Dugaan itu masih kami selidiki,”tandasnya.Eri yang sore itu tengah berbincang dengan satgas Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Singgih, Kasat Narkoba Polresta KP3 Tanjung Perak AKP Amri Yudi dan Kabid KPLP Izao P Kaqisina sempat menyebut beberapa nama jaringan narkoba yang tengah dibidik. Namun, dia mengelak secara detail hasil evaluasi BNP Jawa Timur. Badan Narkotika Nasional (BNN) sendiri saat ini mengambil sikap ekstrawaspada menyusul tertangkapnya dua kurir narkoba jenis heroin dan ekstasi di bandara internasional Juanda, Jumat (24/4) lalu.

Selain meningkatkan pengawasan di bandara, kemarin jalur penyeberangan Ujung-Kamal diobok-obok tim gabungan dari BNN, BNP, Polres KP3 Tanjung Perak, TNI, Ditjen Bea Cukai, KPLP/Adpel, serta sejumlah instansi terkait. Operasi yang digelar selama kurang lebih tiga jam mulai pukul 14.00 WIB di tengah Selat Madura itu memang tak banyak membuahkan hasil. Dari sekitar 300-an penumpang yang berada di atas KM Feri Dharma Lautan Utama (DLU), hanya empat orang yang akhirnya diperiksa intensif karena dicurigai membawa bungkusan rokok yang diduga berisi narkoba.

Keempat orang yang diidentifikasi sebagai pekerja di Kafe Cangkir,Surabaya, itu lalu dilepas lagi karena tidak terbukti membawa sabu-sabu maupun ganja. “Bagaimanapun operasi ini penting untuk shock therapy bagi jaringan narkoba Surabaya-Madura.

Hari ini kami operasi di kapal feri penyeberangan, besokbesok akan kami lakukan hal yang sama di kapal penumpang antarpulau serta kapal pelayaran lain yang ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak,” kata Satgas Seaport Interdiction, Airport interdiction and boarding line BNN Arman Singgih. (destyan sujarwoko)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




Make A Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.


Liked it here?
Why not tryout the sites on the blogroll...