Terminal Petikemas Makassar (TPM) menggandeng Bintulu Call
Kliping OnLine dari Seputar Indonesia
http://www.seputar-indonesia.com/edisice…
TPM Gandeng Bintulu Call
Sunday, 26 April 2009
MAKASSAR(SI) – Terminal Petikemas Makassar (TPM) segera menggandeng Bintulu Call,sebuah perusahaan pelayaran asal Malaysia
untuk melakukan pelaksanaan ekspor langsung dari TPM ke luar negeri.
“Awal Mei mendatang, TPM akan melakukan penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Bintulu Call, sebuah perusahaan
pelayaran asal Malaysia untuk melakukan pelaksanaan ekspor langsung dari TPM ke luar negeri,” kata Supervisor Hukum dan
Hubungan Masyarakat (Humas) TPM PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, Raflin Chalid di Makassar kemarin.
Bahkan,menurut Raflin,potensi ekspor dari Sulsel membuat sebuah perusahaan pelayaran asal Korea tertarik untuk melakukan
pelayaran langsung.Selain itu juga perusahaan pelayaran ekspor nasional sudah mulai melirik kawasan timur Indonesia (KTI)
menjadi sasaran pengembangan ekspor.
Untuk mendukung pelaksanaan ekspor tersebut,TPM telah dilengkapi dengan kawasan kepabeanan dan telah disetujui Kantor Wilayah
(Kanwil) Bea Cukai tertanggal 24 Maret 2009,dengan luas areal pabean sekitar 3.100 meter persegi. Dalam kesempatan itu Raflin
mengatakan realisasi ekspor Januari- Maret 2009 di TPM relatif stabil.
Bahkan pada Januari 2009,realisasi ekspor naik 100% atau dari 800 teus di Januari 2008,naik menjadi 1.500 teus.“Tingginya
realisasi ekspor tersebut,disebabkan pelaksanaan permintaan ekspor 2008 baru direalisasikan di awal tahun ini,” jelas Raflin
Chalid.
Dia menambahkan, untuk realisasi ekspor pada Februari-Maret 2009 cenderung sama dengan Februari- Maret 2008 lalu, yakni
masing- masing realisasi ekspor Februari sebesar 630 box dan Maret sebesar 704 box. Stabilnya ekspor melalui TPM juga
berbanding dengan jumlah kapal yang masuk ke TPM untuk angkutan ekspor.
Pada Februari 2009 jumlah kapal yang merapat ke TPM sebanyak 56 call, dan pada Maret 2009 naik menjadi 59 call. Jumlah kapal
yang masuk tersebut menurut Raflin sama dengan periode 2008.Namun, pada April ini,TPM memperkirakan jumlah kapal yang masuk
bisa mencapai 116 call kapal.
“Untuk dominasi barang ekspor adalah marmer dan coklat,”lanjut Raflin. Manager Operasional TPM,Michael R Herrenauw
mengungkapkan, realisasi arus di TPM Januari- Maret 2009 secara keseluruhan, baik untuk ekspor maupun perdagangan dalam
negeri mencapai 81.386 teus atau setara dengan 1.043 metric ton (mt).
Pengiriman barang melalui TPM di triwulan I/2009 tersebut masih stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008.
Walaupun untuk perdagangan barang dalam negeri,Januari 2009 sempat mengalami penurunan,namun untuk Februari-Maret sudah
sesuai dengan target.“Diprediksi, Juli pengiriman akan mengalami peningkatan dan digenjot untuk mencapai target 350.000
teus,” urainya.
Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Hasan Madjadi mengatakan, ekspor
Sulsel masih tidak akan mengalami penurunan di tahun ini. Pasalnya komoditas ekspor utama seperti kakao, nikel dan hasil laut
masih terus ada permintaan, terutama dengan adanya upaya pemerintah pusat untuk melakukan pembukaan pasar baru,seperti
negara-negara TimurTengah dan Afrika.“Walaupun terjadi penurunan ekspor kakao, penurunan lebih disebabkan turunnya produksi
dan bukan karena permintaan yang turun,” jelasnya.
(yakin achmad)