Penegakan Hukum Masih Minim
Kliping Online dari www.seputar-indonesia.com
http://www.seputar-indonesia.com/edisice…
Penegakan Hukum Masih Minim
Thursday, 23 April 2009
TANGERANG (SI) - Maraknya aksi penyelundupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat kurangnya penegakan hukum. Itu dirasakan karena masih banyak orang yang bisa masuk area nonpublik meski aturannya sudah jelas.
Pengamat penerbangan K Martono yang juga dosen Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti mengatakan, penyelundupan yang saat ini banyak terjadi karena ada peluang salah satunya masalah penegakan hukum yang masih minim.
”Contoh,sudah tahu orang yang tidak berkepentingan masuk, kok bisa masuk area steril. Padahal, sudah jelas aturannya siapapun tidak boleh memasuki area tersebut jika tidak mendapat izin,”kata K Martono kemarin. Dia menjelaskan,ada beberapa kategori pada kartu pass yang dimiliki seseorang.
Pertama, public area yang ada di luar terminal. Siapapun boleh berada di sana.Kedua, resisted areayang hanya bisa dimasuki oleh penumpang dan petugas keamanan bandara termasuk petugas airlines. Ketiga, limited area yang hanya bisa dimasuki kalangan terbatas seperti petugas keamanan bandara. Keempat, steril area yang artinya sudah jelas tidak boleh dimasuki siapapun.
”Jika aturan itu dipertahankan serta dijalani dengan sebenar-benarnya, tidak akan terjadi penyelundupan. Intinya, betapapun hebatnya sebuah aturan, kalau tidak ditegakan,percuma saja,”lanjutnya. Soal maraknya kartu pass,menurut Martono, administrator bandara harus segera mengambil langkah.
Dia menyarankan administrator bandara mulai mencabut kartu pass bagi mereka yang tidak lagi bertugas di bandara.”Ini harus ada action. Jika ada oknum yang memalsukan kartu pass, pidanakan karena sudah jelas tujuannya adalah menipu,”tegasnya. Kepala Admistrator Bandara Internasional Soekarno-Hatta Edward A Silooy membenarkan persoalan disiplin di bandara itu memang harus ditegakkan.
”Benar itu apa kata Pak Martono. Memang harusnya ditegakkan disiplin, bukan diselipin,”ucapnya. Meski begitu, Edward mengaku pihaknya secara diam-diam sudah memeriksa para pemilik kartu pass. ”Kita terus melakukan random checksecara diam-diam.Hasilnya cukup memuaskan karena banyak juga yang kita dapati kartu passyang sudah expired,”katanya.
Sementara itu,seorang petugas Imigrasi bernama Syaiful yang diduga membantu Luo Yidun,warga China yang mencoba menyelundupkan 77 unit ponsel dengan berbagai macam tipe, Rabu (22/4) hingga kemarin petang masih diperiksa.” Kami sedang memeriksa Syaiful.
Saat ini kami sedang mencari tahu sejauh mana keterlibatannya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Bandara Internasional Soekarno- Hatta Luckman Hakim.
Soal sanksi kepada Syaiful, Luckman mengaku belum dijatuhkan karena semua masih perlu dibuktikan. ”Ini memang sangat memalukan kami, padahal kamilah yang selama ini selalu bekerja sama memberantas penyelundupan bersama-sama dengan petugas Bea dan Cukai,”tuturnya.
(denny irawan)