Oknum Bandara Diduga Terlibat Penyelundupan
Kliping online dari www.surya.co.id
http://www.surya.co.id/2009/04/23/oknum-…
Oknum Bandara Diduga Terlibat Penyelundupan
Kamis, 23 April 2009 | 8:00 WIB | Kategori: Berita Terkini, Hukum
JAKARTA - SURYA— Penyelundupan telepon seluler kembali terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng. Hari Rabu (22/4), aparat Bea Cukai menangkap Lua Yidun (22) dan seorang oknum sebuah instansi yang membantu Lua menyelundupkan puluhan telepon merek Nokia.
Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Lukman Hakim yang dimintai konfirmasi, Rabu malam ini, menyatakan sudah mendengar informasi soal dugaan stafnya terlibat kasus penyelundupan tersebut.
“Kami masih menyelidiki sejauh mana keterlibatan dia dalam kasus itu. Kalau yang bersangkutan sih membantah membantu penumpang yang menyelundupkan telepon seluler,” tutur Lukman Hakim.
Ia berjanji akan menindak stafnya jika benar dalam pemeriksaan silang terbukti terlibat penyelundupan. “Secara intern dia kami proses dan pasti akan ada sanksi sebab dia melanggar aturan dan membuat malu instansi kami,” lanjutnya. Apabila kasus itu masuk ranah pidana, Kepala Imigrasi Bandara akan menyerahkan yang bersangkutan untuk diproses secara hukum.
Penyelundupan 77 telepon seluler merek Nokia seri N dan E 71 dan puluhan bagian telepon seluler berikut batu cadangan siap rangkai itu terjadi Rabu siang. Sebelumnya, Bea Cukai mendapat informasi mengenai adanya penumpang pesawat Cathay Pacific LX 777 dari China yang membawa puluhan telepon seluler.
Aparat Bea Cukai kemudian menghubungi petugas Imigrasi Bandara untuk mencari tahu adanya penumpang bernama Lua Yidun. Ternyata benar di dalam penerbangan tersebut ada Lua Yidun.
Saat turun dari pesawat, pemuda berusia 22 tahun kelahiran Quandong, China, itu menenteng tas hitam kecil dan sebuah bungkusan dari kardus. Anehnya, menurut Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Eko Darmanto, saat melewati pemeriksaan imigrasi bungkusan yang ia bawa sudah tak ada di tangannya lagi.
Petugas Bea Cukai lalu menelisik kejadian itu. “Dari hasil operasi intelejen kami dapatkan barang tersebut sudah berada di tangan oknum dari instansi terkait dengan tugas di bandara,” ujar Eko tanpa menyebut nama dan instansi oknum itu.
Ketika diperiksa, bungkusan ternyata berisi sebuah tas ransel warna hitam yang memuat puluhan telepon seluler dan bagian telepon seluler siap rangkai.
Bea Cukai kini masih menyelidiki lebih lanjut kasus-kasus penyelundupan yang mendapat bantuan dari oknum instansi tertentu atau penjemput di bandara. Lua Yidun sendiri bungkam saat ditanya wartawan. Pemuda berkulit putih itu mengaku tak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia. Namun, dari paspornya diketahui ia beberapa kali pernah ke Jakarta.
Perketat pengawasan
Menanggapi kejadian tersebut, Administrator Bandara Soekarno-Hatta Edward A Silooy menyatakan akan meminta petugas keamanan bandara untuk memperketat pengawasan area terbatas di terminal kedatangan atau 2D. Di tempat yang mestinya steril dan hanya boleh dimasuki petugas keamanan, petugas maskapai dan imigrasi itu sejak lama disalahgunakan oknum tertentu.
Pengamatan Kompas, banyak penjemput masuk hingga tangga di dekat apron. “Itu tidak boleh. Biar mereka punya pas masuk, mereka hanya boleh sampai di area setelah pemeriksaan imigrasi,” kata Silooy. Dikatakan, pihaknya sering merazia pengguna pas bandara dan mendapati banyak pas kedaluwarsa masih dipakai petugas maupun tamu penjemput.
Sementara itu, penasihat Asosiasi Pedagang dan Importir Telepon Genggam atau Aspiteg Ali Cendrawan yang dihubungi memastikan telepon seluler yang dibeli Lua Yidun di Szenzen, China, dengan harga sekitar 53.000 yuan senilai Rp 90 juta itu palsu.
“Tidak ada merek Nokia yang memuat sim card ganda. Pembawanya harus dikenai UU tentang hak cipta,” ujar Ali.
TRI/kompas
Interesting to know.
27 April 2009