Penjualan TPT dan Alas Kaki Meningkat

Posted on 19 February 2009 ·Tagged , , , .

nbsp;http://www.seputar-indonesia.com/edisice…

Penjualan TPT dan Alas Kaki Meningkat
Tuesday, 17 February 2009
BANDUNG(SINDO) – Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Ade Sudrajat Usman menuturkan, pengetatan impor barang jadi untuk tekstil dan produk tekstil (TPT) memberikan angin segar bagi industri.

Produsen TPT mengalami peningkatan penjualan di pasar dalam negeri sebesar 15%. ”Saya kira meskipun terjadi peningkatan di penjualan pasar dalam negeri, belum mampu menutupi defisit ekspor yang terjadi. Pada Januari 2009 saja, volume ekspor sudah turun sekitar 24% berdasarkan jumlah kontainer,” tutur Ade,kemarin.

Sejak Oktober 2008, lanjut dia, terjadi kekacauan perdagangan dalam negeri karena transaksi pembelian bahan baku masih menggunakan dolar Amerika Serikat. Hal ini membuat harga dalam negeri menjadi tidak kompetitif ketika nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp12.000 per dolar AS.

Dia menambahkan,kondisi penurunan penjualan ekspor terhadap produk TPT tidak akan pulih dalam waktu cepat sehingga potensi kehilangan pendapatan dari luar negeri masih cukup besar. Kondisi yang samajuga dialami oleh produk alas kaki.

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jabar Max Loekito menuturkan,sejak isu penetapan kebijakan tersebut, pihaknya hingga hari ini mengalami lonjakan penjualan sekitar 20–30%. Kendati tidak menyebut berapa besar volume peningkatannya, tren ini dinilai menjadi sebuah angin segar bagi industri sepatu yang sempat mengalami kelesuan.

”Sebagai gambaran, pabrik saja memproduksi sekitar 10.000 pasang sepatu per bulan. Jumlah tersebut bagi industri menengah dan sebagian besar produsen sepatu di Jabar tergolong ke dalamnya,” kata Max ketika dihubungi SINDO kemarin.

Max menilai kebijakan ini akan berjalan lebih efektif jika pemerintah juga mengeluarkan turunan dari kebijakan tersebut.Pemerintah seharusnya mengeluarkan kebijakan pendukung lainnya agar roda industri sepatu di Indonesia khususnya Jabar bisa semakin menggeliat.

Dia mencontohkan, saat ini pihaknya cukup kesulitan untuk mengimpor bahan baku pembuat aksesori sepatu karena selalu tersendat ketika memasuki bea cukai.Padahal, barang impor tersebut hanya bersifat bahan baku dan itu pun digunakan untuk aksesori sepatu saja.

(irvan christianto)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




Make A Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.


Liked it here?
Why not tryout the sites on the blogroll...